-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

André Onana ke Trabzonspor: Kisah Gagal di Manchester United

09 September 2025 | 09 September WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-08T22:36:56Z

André Onana ke Trabzonspor


SUPERONELIGA - Karier sepak bola seringkali dipenuhi dengan lika-liku yang tak terduga, dan kisah André Onana di Manchester United adalah contoh nyata. 


Kiper asal Kamerun ini, yang sempat menyandang status sebagai salah satu penjaga gawang termahal dalam sejarah, kini harus menerima kenyataan pahit. 


Perjalanan Onana ke klub Turki, Trabzonspor, melalui skema peminjaman menjadi bukti kegagalan adaptasinya di Old Trafford.

Kepindahan Onana ke Trabzonspor menandai babak baru dalam kariernya, sekaligus menjadi pengingat akan kerasnya persaingan di dunia sepak bola profesional. 


Kisah ini menarik untuk diulik lebih dalam, terutama mengenai faktor-faktor yang menyebabkan Onana gagal bersinar bersama Manchester United.


Awal yang Penuh Harapan: Kedatangan dengan Harga Selangit


Dua tahun lalu, Manchester United menggelontorkan dana sebesar €50.2 juta (sekitar Rp860 miliar) untuk memboyong Onana dari Inter Milan, finalis Liga Champions saat itu. Transaksi ini menempatkan Onana di daftar empat kiper termahal sepanjang sejarah sepak bola.


Kedatangan Onana diharapkan menjadi solusi atas problematika di bawah mistar gawang, menggantikan David de Gea yang telah mengabdi lebih dari satu dekade. Namun, ekspektasi tinggi tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di lapangan.


Nilai Pasar Anjlok dan Kepindahan ke Turki


Dua tahun berselang, nilai pasar Onana merosot drastis menjadi hanya €25 juta (sekitar Rp429 miliar). Penurunan nilai ini mencerminkan performa yang jauh dari kata memuaskan selama berseragam Setan Merah.


Kini, Onana dipinjamkan ke klub asal Turki, Trabzonspor, untuk musim mendatang. Manchester United sendiri telah mendatangkan kiper muda Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp sebagai pengganti Onana.


Kondisi Finansial dan Dampaknya bagi Onana


Trabzonspor dilaporkan akan menanggung penuh gaji Onana, dengan potensi tambahan penghasilan dari bonus di Liga Super Turki. Menurut laporan dari The Athletic, sumber yang dekat dengan sang pemain menyebutkan bahwa Onana berpotensi mendapatkan penghasilan hampir dua kali lipat di Trabzonspor.


Onana dijadwalkan terbang ke Turki setelah menyelesaikan tugas membela timnas Kamerun dalam kualifikasi Piala Dunia di Cape Verde. Kepindahan ini menjadi angin segar bagi Onana, sekaligus kesempatan untuk membuktikan diri kembali.


Mengapa Onana Gagal Bersinar di Old Trafford?


Perjalanan karier Onana di Manchester United diwarnai dengan berbagai kontroversi sejak awal. Salah satu contohnya adalah insiden di laga pramusim, saat Onana menunjukkan sikap yang kurang baik terhadap kapten tim, Harry Maguire, setelah gawang kebobolan.


Insiden tersebut, meski ada yang menganggapnya sebagai upaya meningkatan standar, ternyata menjadi gambaran awal dari periode yang penuh gejolak dan drama bagi Onana di Manchester United. Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan kegagalannya:


Kesalahan Fatal dan Performa Inkonsisten


Onana kerap melakukan kesalahan krusial yang berakibat fatal bagi tim. Salah satu contohnya adalah kesalahan saat melawan Grimsby Town (klub divisi empat), yang menyebabkan gol dan kekalahan memalukan bagi Manchester United.


Performa yang tidak konsisten, ditambah dengan beberapa kesalahan fatal, tentu sangat memengaruhi kepercayaan diri seorang kiper dan juga kepercayaan dari rekan satu tim. Hal ini diperparah dengan kritik dari para penggemar dan pengamat sepak bola.


Hilangnya Kepercayaan dan Persaingan Sengit


Pada beberapa kesempatan, Onana juga menunjukkan kemampuan penyelamatan yang gemilang. Namun, secara keseluruhan, ia tampaknya kehilangan kepercayaan dari rekan setim dan bahkan manajer. Seorang kiper membutuhkan kepercayaan penuh untuk tampil maksimal, dan hal ini tampaknya tidak didapatkan oleh Onana.


Kiper Turki, Altay Bayindir, bahkan telah bermain di tiga pertandingan awal Premier League musim ini, mengindikasikan bahwa Onana sudah tidak lagi menjadi pilihan utama. Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa investasi besar yang dilakukan Manchester United untuk Onana tidak membuahkan hasil yang diharapkan.


Kontrak Jangka Panjang dan Gaji Tinggi


Dengan gaji yang tinggi dan kontrak hingga tahun 2028, Manchester United kemungkinan besar akan kesulitan untuk menjual Onana dengan harga yang mendekati nilai transfer awal. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi klub, mengingat performa Onana yang tidak sesuai ekspektasi.


Situasi ini juga menjadi tantangan bagi Onana, yang harus membuktikan diri di klub barunya untuk mengembalikan kepercayaan diri dan menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Sebuah studi dari universitas terkemuka menyebutkan bahwa kepercayaan diri pemain sangat berkaitan dengan performa yang konsisten di lapangan. (Sumber: Jurnal Psikologi Olahraga).


Kesimpulan: Pelajaran dari Kegagalan Onana


Kisah André Onana di Manchester United menjadi pengingat akan kompleksitas dunia sepak bola. Investasi besar tidak selalu menjamin kesuksesan, dan adaptasi menjadi kunci penting bagi pemain baru.


Kepindahan Onana ke Trabzonspor adalah kesempatan untuk memulai lembaran baru dan membuktikan bahwa ia masih memiliki potensi besar. Semoga perjalanan karier Onana selanjutnya lebih baik dan mampu meraih kesuksesan yang lebih gemilang.

×
Berita Terbaru Update